Sabtu, 07 Agustus 2021

Sifat Fisik Minyak Goreng

Sifat Fisik Minyak Goreng

  • Warna

Terdiri atas 2 golongan, yaitu golongan zat warna alamiah dan golongan zat warna dari hasil degradasi zat warna alamiah.

  • Zat Warna Alamiah

Zat warna alamiah yaitu warna yang berasal secara alamiah dari dalam bahan yang mengandung minyak dan ikut terekstrak bersama dengan minyak pada proses ekstraksi. Yang termasuk dalam zat warna alamiah antara lain :

    1. Alfa dan Beta Karoten yang memberi warna kuning.
    2. Xantofil yang memberi warna kuning kecoklatan.
    3. Klorofil yang memberi warna kehijauan.
    4. Antosyanin yang memberi warna kemerahan. 

  • Zat Warna Hasil Degradasi Zat Warna Alamiah 

Zat warna hasil degradasi zat warna alamiah yaitu warna gelap yang disebabkan oleh proses oksidasi terhadap tokoferol (vitamin E), warna cokelat yang disebabkan oleh bahan untuk membuat minyak yang telah busuk atau rusak, warna kuning umumnya terjadi pada minyak tidak jenuh.

  • Odor dan Flavor

Terdapat secara alami dalam minyak dan juga dapat terjadi dikarenakan adanya pembentukan asam-asam yang berantai sangat pendek.

  • Kelarutan

  1. Minyak tidak larut dalam air, kecuali minyak jarak (castor oil).
  2. Minyak sedikit larut dalam alkohol, etil eter, karbon disulfide, dan jenis pelarut halogen. 

  • Titik cair dan Polymorphism

  1. Minyak tidak mencair dengan tepat pada suatu nilai temperatur tertentu.
  2. Polymorphosim adalah suatu keadaan dimana terdapat lebih dari satu bentuk kristal. 

  • Titik Didih (Boiling Point)

Titik didih akan semakin meningkat dengan bertambah panjangnya rantai karbon asam lemak tersebut.

  • Titik Lunak (Softening Point)

Dimaksudkan untuk mengidentifikasi minyak tersebut.

  • Sliping Point

Digunakan untuk pengenalan minyak serta pengaruh kehadiran komponen-komponenya.

  • Slip Melting Point

Merupakan temperatur pada saat terjadi tetesan pertama dari minyak atau lemak.

  • Bobot Jenis

Umumnya ditentukan pada temperatur T1 derajat celcius dan juga perlu dilakukan pengukuran pada temperatur T2 derajat celcius.

  • Titik Asap

Titik nyala dan titik api dapat dilakukan apabila minyak dipanaskan. Merupakan kriteria mutu yang penting dalam hubungannya dengan minyak yang akan digunakan untuk menggoreng.

  • Titik Kekeruhan (Turbidity Point)

Ditetapkan dengan cara mendinginkan campuran minyak dengan pelarut lemak.

Jenis-Jenis Minyak Goreng

Jenis-Jenis Minyak Goreng


Berdasarkan sifat fisiknya

  • Minyak tidak mengering (Non-drying oil)
    1. Golongan minyak zaitun, seperti : minyak zaitun, minyak buah persik, minyak peach, dan minyak kacang.
    2. Golongan minyak rape, seperti : minyak biji rape, dan minyak biji mustard.
    3. Golongan minyak hewani, seperti : minyak babi, minyak ikan paus, minyak salmon, minyak sarden, minyak menhaden jap, minyak herring, minyak hiu, minyak dog fish, minyak ikan lumba-lumba, dan minyak purpoise.
  • Minyak setengah mengering (Semi-drying oil)
    1. Minyak biji kapas.
    2. Minyak biji bunga matahari.
    3. Minyak kapok.
    4. Minyak gandum.
    5. Minyak croton.
    6. Minyak jagung.
    7. Minyak urgen.
  • Minyak mengering (Drying oil)
    1. Minyak kacang kedelai.
    2. Minyak biji poppy.
    3. Minyak biji karet.
    4. Minyak perila.
    5. Minyak safflower.
    6. Minyak tung.
    7. Minyak argemone.
    8. Minyak linseed.
    9. Minyak hemp.
    10. Minyak candle nut.
    11. Minyak walnut.

Berdasarkan sumber dari tanaman

  • Golongan biji-bijian palawija, seperti : minyak jagung, minyak kapas, minyak kacang, minyak rape seed, minyak wijen, minyak kedelai, dan minyak bunga matahari.
  • Golongan kulit buah tanaman tahunan, seperti : minyak zaitun dan minyak kelapa sawit.
  • Golongan biji-bijian dari tanaman tahunan, seperti : minyak kelapa, minyak cokelat, minyak inti sawit, minyak cohume.

Berdasarkan ada atau tidaknya ikatan ganda dalam struktur molekulnya

  • Minyak dengan asam lemak jenuh (Saturated Fatty Acid)

Asam lemak jenuh antara ain terdapat pada air susu ibu dan minyak kelapa, dimana sifatnya tidak stabil dan tidak mudah bereaksi menjadi asam lemak jenis lain.

  • Minyak dengan asam lemak tak jenuh tunggal maupun majemuk

Asam lemak tak jenuh memiliki ikatan atom karbon rangkap yang mudah terurai dan bereaksi dengan senyawa lain sampai mendapatkan komposisi yang stabil berupa asam lemak jenuh.

  • Minyak dengan asam lemak trans (Trans Fatty Acid)

Asam lemak trans umumnya banyak terdapat pada lemak hewan, margarin, mentega, minyak terhidrogenasi, dan terbentuk dari proses penggorengan. Dimana asam lemak trans ini dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dan menurunkan kadar kolesterol baik serta dapat menyebabkan bayi lahir prematur.

Bagian-Bagian Buah Kelapa Sawit

Bagian-Bagian Buah Kelapa Sawit

    Buah kelapa sawit menghasilkan daging kelapa sawit yang dapat digunakan sebagai bahan baku minyak goreng. Dalam setiap tandan buah kelapa sawit umumnya terdapat gerombolan buah sawit dengan jumlah berkisar antara 1.500-2.000 buah dengan kadar kematangan yang berbeda-beda.

    Tanda buah yang layak dipanen ditandai dari warnanya yang berubah menjadi jingga karena mengandung karoten yang tinggi. Sedangkan untuk warna kulit buah kelapa sawit sendiri cukup beragam, tergantung dengan varietasnya. Warna kulit buah kelapa sawit ada yang hitam, cokelat, ungu, dan merah. Minyak dihasilkan oleh buah kelapa sawit dan kandungan minyak akan bertambah sesuai dengan kematangan buah tersebut. Setelah melewati fase matang, kandungan kadar Asam Lemak Bebas/Free Fatty Acid (FFA) akan meningkat dan buah akan rontok dengan sendirinya.
Berikut merupakan bagian-bagian yang terdapat pada buah kelapa sawit :



  1. Eksoskarp, merupakan bagian kulit buah yang umumnya memiliki warna kemerahan dan memiliki permukaan yang licin.
  2. Mesoskarp, merupakan serabut buah kelapa sawit.
  3. Endoskarp, merupakan cangkang pelindung inti.
  4. Endosperm, merupakan jaringan yang berfungsi sebagai penyimpan cadangan makanan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi embrio dan kecambah kelapa sawit. Pada bagian ini terdapat kandungan protein, karbohidrat, dan lemak.
  5. Embrio, merupakan cikal bakal tanaman kelapa sawit yang baru dan berupa tumbuhan kecil.
  6. Inti Sawit, sering disebut kernel yang sebetulnya adalah biji, merupakan endosperma dan embrio dengan kandungan minyak inti berkualitas tinggi. Kelapa sawit berkembang biak dengan cara generative. Dimana buah sawit akan matang pada kondisi tertentu dan embrionya akan berkecambah menghasilkan tunas (plumula) dan bakal akar (radikula).

Ciri dan Jenis Kelapa Sawit

Ciri dan Jenis Kelapa Sawit

Ciri Kelapa Sawit

  1. Berupa pohon.
  2. Tingginya dapat mencapai 24 meter.
  3. Akar serabut dari pohon kelapa sawit mengarah ke bagian bawah dan samping.
  4. Terdapat beberapa akar napas yang tumbuh mengarah ke samping atas untuk mendapat tambahan aerasin seperti jenis palma lainnya.
  5. Daunnya tersusun secara majemuk menyirip.
  6. Daunnya berwarna hijau tua dengan pelepah yang memiliki warna sedikit lebih muda.
  7. Penampilan pohon kelapa sawit hampir menyerupai salak, akan tetapi pohon kelapa sawit memiliki duri yang tidak terlalu keras dan tajam.
  8. Batang pohon kelapa sawit diselimuti bekas pelepah hingga tanaman berumur 12 tahun.
  9. Pelepah yang mengering akan terlepas, sehingga penampilannya menyerupai seperti kelapa.
  10. Merupakan salah satu tanaman yang sangat ekonomis di Indonesia.
  11. Memiliki varietas yang sangat beragam serta bervariasi dan dapat dibedakan berdasarkan morfologinya. Akan tetapi, hanya terdapat beberapa varietas saja yang unggul dan berkualitas dibandingkan varietas lainnya. Dimana keunggulan jenis varietas tersebut yaitu tahan, kuat terhadap hama dan penyakit serta memiliki kandungan minyak yang sangat tinggi.

Jenis Kelapa Sawit


  • Dura
    1. Memiliki cangkang tebal (sekitar 2-8 mm) sehingga dianggap dapat memperpendek umur mesin pengolah.
    2. Tandan buahnya besar-besar.
    3. Memiliki kandungan minyak sekitar 18% per-tandannya.
    4. Tidak terdapat lingkaran serabut pada bagian luar cangkang.
    5. Daging buahnya cenderung tipis.
    6. Daging bijinya besar dengan kandungan minyak rendah.
    7. Digunakan sebagai induk betina dalam program pemuliaan.
  • Psifera

  1. Buahnya tidak memiliki cangkang.
  2. Tidak memiliki inti atau kernel yang dapat menghasilkan minyak ekonomis.
  3. Bunga betinanya steril seingga sangat jarang menghasilkan buah.
  4. Daging buah yang lebih tebal jika dibandingkan dengan jenis dura.
  5. Memiliki daging biji yang sangat tipis.
  6. Tidak dapat diperbanyak tanpa menyilangkannya dengan jenis lain.
  7. Digunakan sebagai bahan untuk tanaman komersial dan juga bisa digunakan sebagai induk jantan. 

  • Tenera

  1. Hasil persilangan antara induk dura dan jantan psifera.
  2. Merupakan jenis bibit unggul karena dapat melengkapi kekurangan dari masing-masing induk dengan sifat cangkang buah tipis (sekitar 0,5-4 mm) namun bunga betinanya tetap fertil.
  3. Beberapa tenera unggul memiliki presentase daging per-buahnya mencapai 90% dan kandungan minyak per-tandannya dapat mencapai 28%.
  4. Terdapat lingkaran serabut di sekeliling tempurung.
  5. Memiliki daging buah yang sangat tebal. 
  6. Ukuran buahnya cenderung lebih kecil.
  7. Banyak ditanam dalam perkebunan skala besar, karena pada umumnya tenera menghasilkan lebih banyak tandah buah. 

Selasa, 19 Januari 2021

Zat Aditif Makanan

Zat Aditif Makanan

Pengertian
Zat aditif makanan adalah bahan yang ditambahkan dan dicampurkan secara sengaja pada pengolahan bahan makanan untuk meningkatkan mutu suatu makanan.

Fungsi 
  1. Sebagai pewarna makanan.
  2. Sebagai pemanis makanan.
  3. Sebagai pengawet makanan.
  4. Sebagai penyedap rasa makanan.
  5. Sebagai penambah citarasa makanan.
  6. Untuk mepercantik tampilan.
  7. Untuk menambah daya simpan produk.

Jenis Zat Aditif
Jenis zat aditif makanan ada 2, yaitu :
  1. Zat aditif alami adalah zat yang diperoleh dari alam tanpa tambahan zat kimia.
  2. Zat aditif buatan/sintetis adalah zat yang diperoleh melalui proses pembuatan dengan menambahkan bahan kimia.

Macam-Macam Zat Aditif
  1. Zat pewarna.
  2. Zat pemanis.
  3. Zat pengawet.
  4. Zat penyedap rasa.
  5. Zat pemberi aroma.
  6. Zat aditif lainnya.

Sabtu, 02 Januari 2021

Indikator Asam dan Basa

Indikator Asam dan Basa

  • Indikator adalah zat lain yang dapat digunakan sebagai penguji untuk mengetahui suatu zat bersifat asam atau basa.

  • Macam-Macam Indikator
    • Kertas Lakmus
      1. Kertas lakmus merah sebagai indikator basa.
      2. Kertas lakmus biru sebagai indikator asam.
      3. Kertas lakmus merah akan berubah menjadi biru apabila di lingkungan basa dan tetap berwarna merah apabila di lingkungan asam.
      4. Kertas lakmus biru akan berubah menjadi merah apabila di lingkungan asam dan tetap berwarna biru di lingkungan basa.
    • Indikator Universal
      1. Indikator universal yaitu kertas yang mengansung campuran beberapa zat tertentu yang dapat merubah warna pada setiap skala pH.
      2. Indikator universal dapat menditeksi tingkat keasaman dan kebasaan suatu zat,
      3. Dalam lingkungan basa, indikator universal akan berubah menjadi warna biru.
      4. Sedangkan dalam lingkungan asam, indikator universal akan berubah menjadi warna merah.
    • Indikator Alami
Indikator alami adalah indikator asam dan basa yang berasal dari zat-zat alami (utamanya tumbuh-tumbuhan).
Contoh indikator alami yaitu :
      1. Bunga sepatu.
      2. Bunga mawar merah.
      3. Kunyit.
      4. Kol ungu.
      5. Kulit manggis.

Skala Keasaman

Skala Keasaman

  • Tingkat kekuatan asam dan basa yang dinyatakan dalam bentuk skala keasaman yang disebut dengan pH.
  • Nilai pH suatu zat menunjukkan kekuatan asam dan basa.
  • pH suatu zat dinyatakan dalam bentuk angka mulai dari 1-14.
  • Skala 1-6,9 bersifat asam.
  • Skala 7 bersifat netral.
  • Skala 7,1-14 bersifat basa.
  • Semakin kecil pH suatu zat maka sifat keasamannya semakin kuat.
  • Semakin besar pH suatu zat, maka sifat kebasaannya juga semakin kuat.

Asam, Basa, dan Garam

Asam, Basa, dan Garam


  • Asam

Menurut Arrhenius, asam adalah zat yang melepaskan ion hidrogen jika dilarutkan dalam pelarut air.

Ciri-Ciri Asam

  1. Memiliki rasa asam atau masam.
  2. Korosif terhadap logam.
  3. Memiliki pH <7.
  4. Dapat mengubah lakmus biru menjadi merah.
  5. Dapat menghantarkan listrik.

Jenis-Jenis Asam

Berdasarkan daya ionisasinya, asam dibagi menjadi 2 macam, yaitu asam kuat dan asam lemah.

  • Asam Kuat (Terionisasi sempurna dalam air)

Contoh asam kuat yaitu :

  1. Asam klorida.
  2. Asam sulfat.
  3. Asam bromida.
  4. Asam nitrat.
  5. Asam iodida.
  6. Asam perklorat.

  • Asam Lemah (Terionisasi sebagian dalam air)

Contoh asam lemah yaitu :

  1. Asam sianida.
  2. Asam sulfida.
  3. Asam karbonat.
  4. Asam fosfat.
  5. Asam cuka.
  6. Asam asetat.
  7. Asam askorbat.
  8. Asam sitrat.
  9. Asam formiat.
  10. Asam laktat.
  11. Asam borat.
  12. Asam malat.

Asam dapat dihasilkan dari reaksi antara oksida asa, (oksida nonlogam) dengan air. Adapun contohnya sebagai berikut :

  • SO3 + H2O -> H2SO4
  • P2O5 + H2O -> H3PO4

  • Basa

Menurut pendapat Arrhenius, basa adalah zat yang melepaskan ion hidroksida jika dilarutkan dalam pelarut air.

Ciri-Ciri Basa

  1. Rasanya pahit.
  2. Terasa licin seperti sabun.
  3. Memiliki pH >7.
  4. Dapat mengubah lakmus merah menjadi biru.
  5. Dapat menetralkan asam.
  6. Dapat menghantarkan listrik.

Jenis-Jenis Asam

Berdasarkan daya ionisasinya, basa dibagi menjadi 2 macam, yaitu basa kuat dan basa lemah.

  • Basa Kuat (Dapat terionisasi sempurna dalam air)

Contoh basa kuat yaitu :

  1. Natrium hidroksida.
  2. Magnesium hidroksida.
  3. Kalsium hidroksida.
  4. Barium hidroksida.
  5. Kalsium hidroksida.

  • Basa Lemah (Dapat terionisasi sebagian dalam air)

Contoh basa lemah yaitu :

  1. Aluminium hidroksida.
  2. Amonium hidroksida.
  3. Besi (III) hidroksida.
  4. Amonia.

Salah satu cara membuat basa adalah dengan mereaksikan oksida logam dengan air. Contohnya sebagai berikut :

  • Na2O + H2O -> 2NaOH
  • CaO + H2O -> Ca(OH)2

Ada beberapa logam yang dapat bereaksi dengan asam maupun basa. Logam-logam semacam ini disebut bersifat amofter. Beberapa logam yang memiliki sifat amofter sebagai berikut :

  1. Aluminium dapat membentuk basa aluminium hidroksida dan asam aluminat.
  2. Zink dapat membentuk basa seng hidroksida dan azam zinkat.
  3. Timah dapat membentuk basa Timah (II) hidroksida dan Timah (IV) hidroksida, serta embentuk asam stanit dan asam stanat.
  4. Berilium dapat membentuk Berilium hidroksida dan asam berilat.

  • Garam

  1. Garam merupakan senyawa yang tersusun dari ion logam dan ion sisa asam.
  2. Reaksi antara asam dan basa menghasilkan senyawa baru, yaitu garam dan air.
  3. Garam juga dapat diperoleh dari persenyawaan antara logam dan asam.
  4. Reaksi antara logam dan asam menghasilkan garam dan gas hidrogen.
  5. Reaksi antara asam dengan basa disebut reaksi netralisasi yang menghasilkan air bersifat netral.

Persamaan Reaksi Asam dan Basa

Basa + Asam -> Garam + Air

L(OH)b + HaX -> LaXb + H2O

Keterangan :

  • a = jumlah H dalam asam.
  • b = jumlah OH dalam basa.
  • HaX = asam.
  • L(OH)b = basa.
  • LaXb = garam.

Selain dihasilkan dari reaksi asam dengan basa, garam juga dapat dihasilkan dari reaksi-reaksi berikut ini :

  1. Basa + oksida asam -> garam + air.
  2. Asam + oksida basa -> garam dan air.
  3. Oksida asam + oksida basa -> garam.
  4. Logam + asam -> garam + hidrogen.

Di dalam larutan garam terurai menjadi ion-ion, sehingga larutan garam dapat menghantarkan arus listrik dan bersifat elektrolit.

Contoh Reaksi Pembentukan Garam

  1. NaOH + HCl -> NaCl + H2O
  2. Ca(OH)2 + 2 HBr -> CaBr2 + 2 H2O
  3. H2SO4 + Fe -> FeSO4 + H2
  4. H2SO 4 + Pb -> PbSO4 + H2
  5. 2 HCl + Cu(OH)2 -> CuCl2 + 2H2O
  6. 2HCl + Zn -> ZnCl2 + H2

Contoh-Contoh Garam dalam Kehidupan Sehari-Hari

  1. Garam dapur.
  2. Terusi.
  3. Natrium nitrat.

Jenis-Jenis Garam

  1. Garam Asam, merupakan hasil persenyawaan antara asam kuat dengan basa lemah.
  2. Garam Basa, merupakan hasil persenyawaan antara asam lemah dengan basa kuat.
  3. Garam Netral, merupakan hasil persenyawaan antara asam kuat dengan basa kuat. Garam netral ini tidak dapat mengubah warna indikator.

Penerapan Reaksi Penetralan Asam dengan Basa

Reaksi penetralan asam dengan basa dapat diterapkan dalam hal-hal tertentu, seperti :
  1. Basa yang dapat menetralkan asam lambung yang berlebihan. Hal tersebut dikarenakan asam lambung yang berlebihan dapat menyebabkan iritasi sehingga dapat menyebabkan perut terasa perih.
  2. Menetralkan cairan limbah agar tidak bersifat asam ataupun basa.
  3. Mengurangi rasa sakit akibat sengatan lebah. Sengatan lebah sendiri bersifat asam karena mengansung asam formiat. Sehingga sengatan lebah tersebut dapa dinetralkan dengan natrium bikarbonat (baking soda).
  4. Mengurangi keasaman tanah karena tanaman tidak dapat tumbuh subur pada tanah yang memiliki sifat terlalu asam dan basa. Tanah yang terlalu asam ini dapat dinetralkan dengan kalium hidroksida (KOH).

Sabtu, 26 Desember 2020

Perkawinan Menurut UU No. 1 Tahun 1974

Perkawinan 

Menurut UU No. 1 Tahun 1974


  • Garis besar isi UU No. 1 Tahun 1974 junto UU No. 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan terdiri dari 14 Bab dan 67 Pasal.
  • Pencatatan Perkawinan

Dalam Pasal 2 Ayat 2 dinyatakan bahwa "Tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku."

Ketentuan tentang pelaksanaan pencatatan perkawinan tercantum dalam PP No. 9 Tahun 1975 Bab II Pasal 2-9.

  • Sahnya Perkawinan

Dalam Pasal 2 Ayat (1) ditegaskan bahwa :

"Perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu."

  • Tujuan Perkawinan

Dalam Bab 1 Pasal 1 dijelaskan bahwa tujuan perkawinan adalah untuk membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

  • Talak

Dalam Bab VIII Pasal 29 Ayat (1) dijelaskan bahwa :

"Perceraian hanya dapat dilakukan di depan sidang pengadilan setelah pengadilan yang bersangkutan berusaha dan tidak berhasil mendamaikan kedua belah pihak."

  • Batas Usia Perkawinan

Usia minimal perempuan disamakan dengan usia minimal laki-laki, yaitu 19 tahun.

  • Batasan dalam Berpoligami
    • Dalam Pasal 3 Ayat (1) dijelaskan bahwa :

"Pada dasarnya dalam suatu perkawinan seorang pria hanya boleh mempunyai seorang istri. Seorang wanita hanya boleh mempunyai seorang suami."

    • Dalam Pasal 4 dan 5 ditegaskan bahwa dalam hal seorang suami akan beristri lebih dari seorang pria ia wajib mengajukan permohonan kepada pengadilan di daerah tempat tinggalnya. Pengadilan memberikan isin berpoligami apabila :
      1. Istri tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri.
      2. Istri mendapat cacat badan atau penyakit yang tidak bisa disembuhkan.
      3. Istri tidak dapat melahirkan keturunan.
      4. Adanya persetujuan dari istri.
      5. Adanya kepastian bahwa suami mampu menjamin keperluan hidup istri-istri dan anak-anak mereka.
      6. Adanya jaminan bahwa suami akan berlaku adil terhadap istri-istri dan anak-anak mereka.

Rujuk

Rujuk

  • Rujuk artinya kembali.
  • Rujuk adalah kembalinya suami-istri pada ikatan perkawinan setelah terjadi talak raj'i dan masih dalam masa Iddah.
  • Dasar hukum rujuk adalah Q.S. Al-Baqarah/2:229, yang artinya sebagai berikut : "Dan suami-suaminya berhak merujukinya dalam masa menenti itu, jika mereka (para suami) menghendaki rujuk."

Hukum Rujuk
  1. Asal hukum rujuk adalah mubah.
  2. Haram, apabila istri dirugikan serta lebih menderita dibandingkan dengan sebelum rujuk.
  3. Makhruh, bila diketahui meneruskan perceraian lebih bermanfaat.
  4. Sunnat, bila diketahui rujuk lebih bermanfaat dibandingkan meneruskan perceraian.
  5. Wajib khusus bagi laki-laki, jika ditakutkan tidak dapat menahan hawa nafsunya, sedangkan dia masih memiliki hak rujuk dalam masa Iddah istri.

Rukun Rujuk
  1. Istri dengan syarat pernah digauli, talaknya talak raj'i dan masih dalam masa Iddah.
  2. Suami, dengan syarat Islam, berakal sehat, dan tidak terpaksa.
  3. Sighat atau lafal rujuk.
  4. Saksi, yaitu dua orang laki-laki yang adil.

Kamis, 24 Desember 2020

Iddah

Iddah

  • Secara bahasa, iddah berarti ketentuan bilangan.
  • Secara istilah, iddah adalah masa menunggu bagi seorang wanita yang sudah dicerai suaminya sebelum ia menikah dengan laki-laki lain.
  • Masa iddah dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada bekas suaminya apakah dia akan rujuk atau tidak.

Lamanya Masa Iddah
  1. Wanita yag sedang hamil masa iddahnya sampai ia melahirkan anaknya (Q.S. at-Talaq/65:4).
  2. Wanita yang tidak hamil, sedang ia ditinggal mati suaminya, maka masa iddahnya 4 bulan 10 hari (Q.S. al-Baqarah/2:234).
  3. Wanita yang dicerai suaminya sedang ia dalam keadaan haid, maka masa iddahnya 3 kali quru' (3 kali suci) (Q.S. at-Baqarah/2:228).
  4. Wanita yang tidak haid atau belum haid, masa iddahnya selama 3 bulan (Q.S. at-Talaq/65:4).
  5. Wanita yang dicerai sebelum dicampuri suaminya maka baginya tidak ada masa iddah (Q.S. al-Ahzab/33:49).

Hak Wanita dalam Masa Iddah
  1. Wanita yang taat dalam Iddah raj'iyyah (dapat rujuk) berhak mendapat pemberian dari suami yang mentalaknya berupa tempat tinggal, pakaian, dan uang belanja. Sedangkan untuk wanita yang durhaka tidak berhak untuk menerima apa-apa.
  2. Wanita dalam Iddah bain (Iddah talah 3 atau khuluk) hanya berhak atas tempat tinggal saja. (Q.S. at-Talaq/65:6)
  3. Wanita dalam Iddah wafat tidak mempunyai hak apapun, tetapi ia dan anaknya berhak mendapat harta waris suaminya,

Kerusakan Minyak

Kerusakan Minyak Pemakaian minyak yang berulang kali dapat menyebabkan adanya perubahan pada minyak, hal tersebut ditandai dengan penampakan...